Pada sebuah perusahaan konsultan arsitektur yang sedang berkembang, manajer proyek mulai menghitung ulang biaya operasional tahunannya. Proyek bertambah, tim drafter bertambah, tetapi biaya software juga ikut melonjak karena sistem sewa per tahun yang terus berjalan. Di tengah tekanan efisiensi, mereka mulai melirik DraftSight sebagai solusi 2D CAD untuk industri AEC. Awalnya hanya karena pertimbangan biaya, tetapi perlahan mereka menyadari bahwa keputusan ini bukan sekadar penghematan, melainkan strategi jangka panjang. Dalam dunia Architecture, Engineering, and Construction, setiap rupiah yang dihemat dari operasional bisa dialihkan untuk investasi lain, seperti SDM, teknologi, atau bahkan ekspansi bisnis.

Ketika tim mulai menggunakan DraftSight, kekhawatiran terbesar adalah adaptasi. Namun ternyata, karena DraftSight sepenuhnya kompatibel dengan format DWG dan memiliki interface serta command structure yang familiar seperti AutoCAD. Sehingga para drafter tidak memerlukan waktu belajar dan adaptasi yang lama. Perintah drafting, annotation, dimension, hingga pengaturan layer dan layout terasa serupa. Bahkan LISP routines yang sebelumnya digunakan tetap bisa dijalankan. Transisi berjalan mulus tanpa mengganggu timeline proyek yang sedang berjalan. Dari sisi produktivitas, hampir tidak ada penurunan performa. Namun justru workflow terasa lebih ringan dan responsif.
Dalam praktik sehari-hari, DraftSight tetap memberikan semua kemampuan penting yang dibutuhkan industri AEC. Tim dapat membuat floor plan, section, elevation, hingga detail construction drawing dengan presisi tinggi. Proses conceptual design menjadi lebih fleksibel karena revisi dapat dilakukan dengan cepat saat terjadi design tradeoffs antara aspek arsitektural dan struktural. Engineer dapat langsung mengedit drawing, menyesuaikan measurement, dan memastikan setiap dimension akurat sebelum masuk tahap construction. Dengan tools yang powerful namun tetap ringan secara sistem, design cycle dapat dipercepat tanpa mengorbankan quality dan accuracy.
Dari sisi finansial, perbedaan paling terasa adalah model lisensi permanen DraftSight yang jauh lebih hemat dibandingkan sistem subscription tahunan. Perusahaan tidak lagi terbebani biaya sewa berulang yang terus meningkat setiap tahun. Dalam hitungan tiga hingga lima tahun, total cost of ownership menjadi jauh lebih rendah. Penghematan ini sangat signifikan bagi perusahaan AEC dengan banyak workstation. Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk subscription dapat dialihkan untuk pelatihan, upgrade hardware, atau pengembangan bisnis. Stabilitas biaya ini juga memudahkan perencanaan budgeting jangka panjang.
Dan keputusan beralih ke DraftSight bukan hanya tentang harga, tetapi tentang keseimbangan antara cost efficiency dan capability. Dengan fitur yang setara, kompatibilitas penuh terhadap DWG, kemudahan collaboration, serta kebutuhan hardware yang lebih ringan, DraftSight membuktikan diri sebagai solusi 2D CAD yang solid untuk industry AEC professionals.
Dari concept hingga construction, tim tetap dapat build winning designs dengan workflow yang optimal. Dan yang paling penting, perusahaan dapat melangkah lebih percaya diri. Bukan hanya karena desainnya kuat, tetapi juga karena fondasi finansialnya lebih sehat.
Apabila Anda ingin mencoba langsung menggunakan DraftSight 2026, Anda bisa download pada link berikut ini (Download DraftSight 2026)
Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga terbaik DraftSight 2026, Anda bisa chat WA di nomor 0813 5000 4156 https://wa.me/message/BGM2OOKP3Z3KG1 atau email ke info.solidworks@arismadata.com

No responses yet