Collaborative Designer for DraftSight adalah solusi yang menghubungkan DraftSight dengan platform 3DEXPERIENCE® berbasis cloud, sehingga tim dapat bekerja sama dalam mengelola, meninjau, membagikan, dan mengontrol data desain 2D secara lebih terstruktur.
Dengan Collaborative Designer for DraftSight, pengguna dapat menggabungkan kemampuan 2D CAD DraftSight dengan fitur cloud collaboration, centralized data management, revision control, document management, dan akses data dari berbagai perangkat.
Solusi ini cocok untuk perusahaan yang ingin meningkatkan kolaborasi antar-engineer, mengurangi risiko penggunaan file DWG yang salah versi, serta mengelola data desain dalam satu lingkungan yang terpusat.
Apa Itu Collaborative Designer for DraftSight?
Collaborative Designer for DraftSight adalah solusi berbasis cloud yang menghubungkan software DraftSight dengan platform 3DEXPERIENCE untuk memungkinkan pengguna mengelola dan berkolaborasi pada file DWG serta data desain lainnya secara terpusat.
Dengan integrasi ini, pengguna DraftSight tidak hanya membuat dan mengedit gambar teknik 2D, tetapi juga dapat menghubungkan pekerjaan desain dengan proses kolaborasi dan pengelolaan data perusahaan.
Secara sederhana:
DraftSight → membuat dan mengedit desain 2D
3DEXPERIENCE → menyimpan, mengelola, mengontrol, dan mengkolaborasikan data
Collaborative Designer for DraftSight → menghubungkan keduanya dalam satu workflow
Mengapa Collaborative Designer for DraftSight Dibutuhkan?
Dalam workflow CAD tradisional, file DWG sering disimpan di komputer lokal, file server, atau dikirim melalui email dan aplikasi komunikasi.
Cara tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah, seperti:
- Banyak salinan file DWG yang berbeda.
- Sulit mengetahui file dengan revisi terbaru.
- Risiko engineer menggunakan drawing yang sudah tidak berlaku.
- Sulit melacak perubahan desain.
- Review drawing membutuhkan pertukaran file.
- Kolaborasi antara kantor, engineer, customer, dan supplier menjadi kurang efisien.
- Data desain tersebar di berbagai lokasi penyimpanan.
Collaborative Designer for DraftSight membantu mengatasi masalah tersebut dengan menyediakan lingkungan data terpusat di cloud. Dengan data yang dikelola dalam satu platform, tim dapat bekerja menggunakan informasi desain yang lebih terstruktur dan terkendali.
Apa Saja Fitur Collaborative Designer for DraftSight?
Collaborative Designer for DraftSight memiliki beberapa kemampuan utama yang mendukung proses desain dan kolaborasi.
1. Integrasi DraftSight dengan 3DEXPERIENCE
Collaborative Designer memungkinkan pengguna mengakses platform 3DEXPERIENCE langsung dari lingkungan DraftSight.
Pengguna dapat bekerja dengan workflow yang lebih terintegrasi tanpa harus terus-menerus berpindah antara berbagai aplikasi.
Salah satu manfaat utamanya adalah kemampuan untuk membuka dan menyimpan file secara langsung ke platform.
Hal ini membantu mengurangi proses pemindahan file secara manual dari komputer ke server atau dari satu pengguna ke pengguna lainnya.
Manfaat integrasi
- DraftSight tetap digunakan sebagai lingkungan utama untuk pekerjaan 2D CAD.
- Data dapat disimpan ke platform cloud.
- Pengguna dapat mengakses data desain yang dikelola secara terpusat.
- Workflow desain dan pengelolaan data menjadi lebih terintegrasi.
2. Centralized Data Management
Centralized data management berarti data desain perusahaan dapat dikelola dalam satu lokasi yang terpusat.
Collaborative Designer for DraftSight dapat digunakan untuk mengelola berbagai jenis data, termasuk:
- File DWG.
- Gambar teknik 2D.
- Model desain 3D.
- Data simulasi.
- Dokumentasi teknis.
- Informasi terkait produk.
Pendekatan ini membantu perusahaan membangun single source of truth untuk data engineering.
Artinya, tim tidak perlu bergantung pada banyak salinan file yang tersimpan di komputer atau folder yang berbeda.
Contoh
Engineer membuat drawing:
Drawing A → disimpan ke 3DEXPERIENCE → direview oleh engineer lain → diberi komentar → direvisi → versi terbaru tersedia untuk tim.
Dengan workflow tersebut, proses pertukaran file dapat dikurangi dan informasi desain lebih mudah ditelusuri.
3. Revision Control dan Version Management
Salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan data CAD adalah memastikan setiap pengguna bekerja menggunakan versi atau revisi drawing yang benar.
Misalnya, perusahaan memiliki beberapa file:
- Valve_Final.dwg
- Valve_Final_Rev2.dwg
- Valve_Final_Rev3.dwg
- Valve_Final_Rev3_NEW.dwg
Tanpa sistem pengelolaan data yang baik, pengguna dapat mengalami kesulitan menentukan file mana yang harus digunakan.
Collaborative Designer menyediakan kemampuan untuk membantu mengelola revisi dan lifecycle data.
Dengan demikian, perusahaan dapat memiliki proses yang lebih terstruktur dalam mengelola perubahan desain.
4. Kontrol Akses Data
Tidak semua pengguna dalam organisasi membutuhkan akses yang sama terhadap data desain. Collaborative Designer membantu perusahaan mengatur permission dan hak akses terhadap data.
Sebagai contoh:
Engineer
Dapat mengakses dan mengerjakan drawing sesuai kewenangannya.
Engineering Manager
Dapat melakukan review dan mengontrol proses desain.
Project Manager
Dapat melihat informasi proyek yang diperlukan.
Customer atau pihak eksternal
Dapat diberikan akses terhadap informasi tertentu sesuai kebutuhan dan permission.
Pendekatan ini membantu menjaga data desain tetap terkendali sekaligus memungkinkan kolaborasi antar pihak.
5. Kolaborasi pada Drawing Secara Real-Time
Collaborative Designer memungkinkan pengguna untuk view, share, annotate, discuss, dan visualize desain melalui web browser.
Artinya, pihak yang membutuhkan informasi desain tidak selalu harus menggunakan workstation CAD untuk melakukan review.
Misalnya, seorang project manager ingin memeriksa status drawing.
Workflow dapat dilakukan melalui:
Open drawing → View → Review → Add annotation → Discuss → Engineering melakukan revisi
Proses ini dapat mempercepat komunikasi antara engineering dengan departemen lain.
6. Akses Data Desain dari Berbagai Perangkat
Karena data dikelola melalui platform cloud, pengguna dapat mengakses informasi desain melalui perangkat yang memiliki akses ke platform dan web browser sesuai dengan permission yang diberikan.
Hal ini sangat berguna untuk organisasi dengan:
- Banyak lokasi kerja.
- Tim engineering yang tersebar.
- Remote working.
- Multi-site manufacturing.
- Kantor pusat dan cabang.
- Kolaborasi dengan customer atau supplier.
Dengan demikian, data desain tidak hanya bergantung pada satu komputer atau satu lokasi penyimpanan.
Apa Perbedaan DraftSight dengan Collaborative Designer for DraftSight?
Pertanyaan ini penting karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda. DraftSight adalah software CAD untuk membuat, mengedit, dan mengelola gambar teknik 2D dengan dukungan format DWG.
Sementara itu, Collaborative Designer for DraftSight merupakan solusi yang menghubungkan DraftSight dengan platform 3DEXPERIENCE untuk memberikan kemampuan kolaborasi dan pengelolaan data berbasis cloud.
| DraftSight | Collaborative Designer for DraftSight |
| Fokus pada 2D CAD | Menghubungkan 2D CAD dengan cloud collaboration |
| Membuat dan mengedit drawing | Mengelola dan mengkolaborasikan data |
| Bekerja dengan DWG | DWG dapat dikelola secara terpusat |
| Fokus pada aktivitas desain | Fokus pada desain + data + kolaborasi |
| CAD workstation | CAD + cloud platform |
| Editing drawing | Revision, permission, sharing, annotation, collaboration |
Jadi, Collaborative Designer bukan pengganti DraftSight, tetapi merupakan solusi yang memperluas kemampuan DraftSight melalui integrasi dengan 3DEXPERIENCE.
Siapa yang Cocok Menggunakan Collaborative Designer for DraftSight?
Collaborative Designer for DraftSight dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang menggunakan DraftSight dan membutuhkan pengelolaan data serta kolaborasi yang lebih terstruktur.
Contohnya:
Perusahaan Manufacturing
Untuk mengelola drawing komponen, assembly, manufacturing documentation, dan data engineering.
Perusahaan Engineering
Untuk memudahkan kolaborasi antara engineer, project manager, customer, dan pihak terkait lainnya.
Architecture, Engineering & Construction (AEC)
Untuk mengelola gambar teknik dan dokumentasi proyek secara terpusat.
Perusahaan dengan Banyak Engineer
Sangat relevan ketika banyak pengguna bekerja pada proyek atau data desain yang sama.
Perusahaan Multi-Location
Cocok untuk organisasi yang memiliki beberapa kantor, plant, atau tim engineering di lokasi berbeda.
Apa Manfaat Collaborative Designer for DraftSight bagi Perusahaan?
Implementasi Collaborative Designer dapat memberikan manfaat pada beberapa area utama.
Meningkatkan Kolaborasi
Tim dapat bekerja berdasarkan data yang terhubung dalam satu platform.
Mengurangi Risiko Salah Versi
Revision control membantu memastikan data desain dapat dikelola secara lebih terstruktur.
Memusatkan Data
Data desain tidak harus tersebar di berbagai komputer atau folder.
Mempercepat Review
Stakeholder dapat melakukan review dan memberikan feedback melalui platform.
Meningkatkan Traceability
Perusahaan dapat memiliki pengelolaan lifecycle dan revisi data yang lebih terstruktur.
Mendukung Digital Transformation
Collaborative Designer membantu perusahaan mengembangkan workflow CAD dari sekadar desktop-based design menuju connected engineering environment berbasis cloud.
Apa itu Collaborative Designer for DraftSight?
Collaborative Designer for DraftSight adalah solusi yang menghubungkan DraftSight dengan platform 3DEXPERIENCE berbasis cloud untuk mengelola data desain dan memungkinkan kolaborasi antar pengguna.
Apakah Collaborative Designer for DraftSight dapat digunakan untuk file DWG?
Ya. Salah satu manfaat utamanya adalah memungkinkan pengguna DraftSight mengakses, membuka, menyimpan, dan mengelola file desain seperti DWG melalui platform yang terhubung.
Apakah Collaborative Designer menggantikan DraftSight?
Tidak. Collaborative Designer berfungsi sebagai solusi yang menghubungkan DraftSight dengan platform 3DEXPERIENCE sehingga workflow CAD mendapatkan kemampuan kolaborasi dan pengelolaan data berbasis cloud.
Apakah data desain disimpan di cloud?
Ya. Collaborative Designer memungkinkan data desain dikelola dalam lokasi cloud yang terpusat melalui platform 3DEXPERIENCE.
Apakah Collaborative Designer memiliki revision control?
Ya. Solusi ini menyediakan kemampuan pengelolaan revisi dan lifecycle data untuk membantu perusahaan mengontrol perubahan pada data desain.
Apakah pengguna dapat melakukan review drawing tanpa membuka DraftSight?
Collaborative Designer memungkinkan desain untuk dilihat, dibagikan, diberi annotation, didiskusikan, dan divisualisasikan melalui web browser, sesuai dengan akses yang diberikan.
Apakah Collaborative Designer cocok untuk perusahaan dengan banyak engineer?
Ya. Solusi ini dirancang untuk mendukung kolaborasi dan pengelolaan data sehingga relevan untuk perusahaan dengan banyak pengguna CAD, beberapa departemen, maupun tim yang bekerja di lokasi berbeda.
Apa keuntungan utama Collaborative Designer for DraftSight?
Keuntungan utamanya adalah menggabungkan kemampuan DraftSight 2D CAD dengan cloud-based collaboration, centralized data management, revision control, permission management, dan akses data melalui web.
Collaborative Designer for DraftSight membantu perusahaan menghubungkan aktivitas 2D CAD dengan kolaborasi dan pengelolaan data berbasis cloud.
Dengan integrasi DraftSight dan 3DEXPERIENCE, perusahaan dapat mengelola file DWG dan data desain secara lebih terpusat, mengontrol revisi dan akses, serta memungkinkan tim melakukan review dan kolaborasi dari berbagai perangkat.
Bagi perusahaan yang masih mengandalkan pertukaran file melalui email, folder lokal, atau berbagai versi drawing yang tersebar, Collaborative Designer for DraftSight dapat menjadi salah satu langkah menuju workflow engineering yang lebih terintegrasi dan terkoneksi.
Siapa distributor resmi DraftSight di Indonesia?
PT Arisma Data Setia merupakan perusahaan yang menyediakan solusi dan layanan DraftSight untuk perusahaan di Indonesia. Arisma Data Setia membantu perusahaan dalam kebutuhan lisensi DraftSight, konsultasi, implementasi, pelatihan, dan dukungan teknis.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam mendukung perusahaan di sektor manufaktur, engineering, dan AEC, Arisma Data Setia dapat membantu perusahaan mengevaluasi kebutuhan CAD dan menentukan solusi DraftSight yang sesuai dengan skala serta pola kerja organisasi.
Bagaimana cara mendapatkan DraftSight melalui Arisma Data Setia?
Perusahaan dapat menghubungi tim Arisma Data Setia untuk mendapatkan informasi mengenai pilihan lisensi, kebutuhan pengguna, implementasi, maupun dukungan DraftSight di Indonesia.
Siapa vendor software DraftSight di Indonesia?
PT Arisma Data Setia menyediakan solusi software DraftSight untuk kebutuhan perusahaan di Indonesia, termasuk konsultasi pemilihan lisensi, implementasi, pelatihan pengguna, dan dukungan teknis.
DraftSight dapat digunakan sebagai solusi 2D CAD untuk perusahaan yang membutuhkan software desain dan drafting profesional. Arisma Data Setia dapat membantu perusahaan menyesuaikan penggunaan DraftSight dengan kebutuhan departemen engineering, desain, manufaktur, maupun AEC.
Apakah perusahaan bisa berkonsultasi sebelum membeli DraftSight?
Ya. Perusahaan dapat berkonsultasi dengan tim Arisma Data Setia untuk mengevaluasi kebutuhan CAD, jumlah pengguna, jenis pekerjaan, serta skema lisensi yang paling sesuai sebelum menentukan solusi DraftSight.
Untuk informasi mengenai harga dan pilihan lisensi DraftSight 2026, hubungi tim Arisma Data Setia:
WhatsApp: 0813 5000 4156
Email: info.solidworks@arismadata.com

No responses yet